Botanical Art Talk: A Vibrant Portrait Of Nature (Bincang Seni Botani: Potret Cemerlang Keindahan Alam)

Menurut sejarah, seni botani di Indonesia sudah ada sejak tahun 1817. Namun meski demikian, seni botani masih asing di kalangan masyarakat pada umumnya. Talkshow ini bertujuan untuk mengenalkan seni botani pada khalayak umum dengan membahas potensi, profesi, situasi, tren dan apresiasi terhadap seni botani zaman sekarang di tengah seni rupa kontemporer dunia, menunjukkan relevansi seni botani di kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menggugah kesadaran dalam melestarikan dan merawat alam serta memperlihatkan potensi yang ada di jalur seni botani. 

Narasumber: 

Eunike Nugroho
Tutor dan seniman botani dari Yogyakarta, pendiri Indonesian Society of Botanical Artists (IDSBA), dan seorang rekan/fellow dari Society of Botanical Artists (SBA), Inggris. Baru-baru ini, ia menerima penghargaan Best Botanical Artwork dan Gold Medal dari RHS (Royal Horticultural Society) Botanical Art & Photography Show di Saatchi Gallery, London. Sebelumnya, ia juga meraih Gold Medal dari TABA (2022) dan Botanical Merit dari SBA (2021); serta terpilih menjadi salah satu International Art Leaders oleh Australia Council for the Arts (2022–2023).

Karya Eunike masuk dalam koleksi permanen lembaga bergengsi. Banyak karyanya dipublikasikan, antara lain sebagai seri perangko musim semi Canada Post 2018, serta sampul buku yang diterbitkan oleh Penguin Random House dan penerbit besar lainnya. Ia telah berpameran di dalam maupun luar negeri.

Grace Syiariel
Berasal dari Surabaya, Indonesia, Grace Syiariel mencintai dunia seni sejak muda. Sebagai pelukis cat air dan kaligrafer autodidak, dia mengikuti beberapa kursus seni di New York Botanical Garden dan New York School of Arts pada 2016, dan sejak itu aktif mengikuti pameran lukisan botani di Indonesia, Singapura, Rusia, dan Australia. Ketertarikannya untuk mendokumentasikan tumbuhan yang terancam punah, Grace berharap dapat bekerja sama dengan para botanis dan fotografer untuk dapat melukis lebih banyak spesimen di masa yang akan datang.

Asep Topan 
Asep Topan, M.Sn. (l. Majalengka, 1989) adalah seorang kurator dan pendidik yang berbasis di Jakarta. Ia bekerja sebagai dosen di Fakultas Seni Rupa, Institut Kesenian Jakarta dan sebagai kurator di Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara (Museum MACAN). Memiliki pendidikan formal sebagai seorang perupa, ia telah bekerja sebagai kurator seni kontemporer sejak 2013 dengan fokus pada isu-isu sosial-politik melalui pendekatan transdisipliner. Ia menjadi salah satu partisipan dalam de Appel Curatorial Programme, Amsterdam (2015-16); meraih gelar Magister Seni dalam bidang Kekuratoran dan Manajemen Seni dari Institut Teknologi Bandung (2017); serta gelar Sarjana Seni dari Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta (2011).

Beberapa pameran seni rupa yang telah ia kuratori di antaranya ialah ‘Melati Suryodarmo: Why Let the Chicken Run?’ dan ‘Dunia dalam Berita’ di Museum MACAN, ‘You Must Make Your Death Public’ di de Appel Arts Centre (co-kurator), dan Jakarta Biennale 2015 ‘Maju Kena Mundur Kena: Bertindak Sekarang’ (co-kurator). Selain itu ia telah banyak terlibat dalam berbagai proyek penelitian seni, menulis esai di katalog pameran, dan menerbitkan antologi tulisan pada tahun 2014 berjudul Sketsa dan Sebuah Kesalahan.

Ichsan Suwandhi 
Ilustrasi botani menjadi bagian penting dalam kehidupan Ichsan Suwandhi atau akrab dipanggil Prince Ichank, Dosen SITH ITB, yang memiliki latar belakang pendidikan formal di Ilmu Kehutanan dari S1 hingga S3 dan Pendidikan Profesi Insinyur Kehutanan di ITB. Berawal dari keasyikan dalam profesinya di bidang kehutanan, ia memiliki kesempatan mendokumentasikan kekhasan dan kelangkaan dari berbagai tumbuhan ke dalam ilustrasi botani ketika eksplorasi hutan. Karya yang ia buat hampir seluruhnya menggunakan media pensil dengan goresan konvensional dan cenderung sederhana agar memudahkan pembelajaran, pengenalan tumbuhan bagi pelajar, mahasiswa, serta komunitas pecinta flora hutan. Ia aktif mengikuti pameran seni botani baik nasional maupun internasional. Beberapa karyanya telah dipamerkan di pameran nasional Ragam Flora Indonesia (RFI) 2 dan 3. Pameran internasional yang pernah diikutinya adalah Margaret Flockton Award for Scientific Botanical Illustration yang disenggarakan oleh The Royal Botanic Garden Sidney, Australia yang setiap tahun diikutinya sejak 2018.

Yosepine Sri Ningsih (moderator)

The event is finished.

Date

Aug 20 2023
Expired!

Time

3:00 pm - 5:00 pm

More Info

Daftar Sekarang

Location

Amphitheathre NuArt
Jl. Setraduta Raya L6 Bandung

Organizer

NuArt Sculpture Park