Botani, Inspirasi, dan Subjek Dalam Seni

Seni botani merupakan perpaduan antara sains dan seni, yang juga kerap diterbitkan dalam jurnal ilmiah. Seni botani dapat menangkap detail dengan presisi dan kedalaman, termasuk siklus hidup tumbuhan. Ilmu ini memang masih terdengar asing bagi kebanyakan orang di Indonesia. Hal tersebut wajar, karena usia seni botani di Indonesia memang masih sangat “muda” bila dibanding seni botani di negara-negara Eropa.

Seminar ini akan mengenalkan seni botani secara mendalam bagi pemula (Mahasiswa/pelajar), baik tentang perbedaan maupun persamaannya dengan bidang seni rupa maupun seni terapan. Tidak hanya itu, seni botani sendiri memiliki beragam potensi, seperti memperkaya portfolio kreatif, informasi seputar kompetisi seni botani, dan lainnya.

Narasumber: 

Emeraldi Kumastyo Parameswara
Emeraldi Kumastyo Parameswara, atau biasa dipanggil Eme, berprofesi sebagai konsultan desain produk sekaligus desainer yang memiliki hobi berkebun sejak kecil. Eme mulai berkarya rupa menggunakan tetanaman sebagai media sejak tahun 2014 dan rutin mendokumentasikan perjalanan berkarya lewat akun Instagram Atelir TE.

 

Ferri Agustian Sukarno, M.Sn.
Ferri Agustian Sukarno (1983), biasa dipanggil “Si Bob”. Dosen tetap di Sekolah Tinggi Desain Indonesia, mengampu Mata Kuliah Estetika, Studi Budaya, Gambar Bentuk dan Metode Produksi Grafika. Selain mengajar, dia senang meneliti soal seni, sejarah dan kebudayaan. Pada tahun 2015, dia diangkat menjadi Ketua/Rektor Sekolah Tinggi Desain Indonesia dan sudah mengemban jabatan ini selama 2 periode (2015-2019, 2019-2023). Lulusan sarjana dan pasca sarjana FSRD ITB ini kerap menyelenggarakan ‘Kelas Malam’, suatu proses pendidikan alternatif yang mengkaji fenomena sosial budaya dari diskursus-diskursus dalam ataupun luar negeri. Waktu senggangnya dihabiskan untuk keliling kota dengan bersepeda sambil membuat sketsa.

Erika Ernawan, S.Sn., M.Sn.
Erika (b.1986) menggunakan objek tubuh untuk mendorong nilai dari pengetahuan konseptual kita tentang menjadi manusia sebagai bagian dari sistem sosial. Karya-karya Erika mengingatkan kita bahwa proses memandang karya adalah sebagai keputusan, alat komunikasi, dan cara mengenali dan memahami diri. Lukisan, Fotografi, Performance Art dan Instalasi adalah medium yang biasa digunakan dalam penyampaian gagasannya. Menyelesaikan pendidikan sarjana pada tahun 2009 dan magister tahun 2010, di FSRD ITB. Serialnya “Mirror Sees Me” mendapat penghargaan pada Bandung Contemporary Art Award 2011. Aktif berpameran baik di dalam ataupun luar Indonesia. Saat ini Erika tinggal, bekerja dan berkarya di Bandung, Indonesia.


Yosepine Sri Ningsih (moderator)

 

 

 

 

 

 

The event is finished.

Date

Sep 19 2023
Expired!

Time

1:00 pm - 3:00 pm

Location

AV Room NuArt
Jl. Setraduta Raya L6 Bandung

Organizer

NuArt Sculpture Park